Segala puji bagi Allah saya dipertemukan dengan Master Gatut Swadana, guru kung fu saya yang belajar dari (alm.) Grandmaster Giok Gian, mantan pendeta Shaolin yang bermukim di Malang. Cukup membayar Rp80.000 per bulan, tak perlu keluar kocek US$100 tiap hari seperti layaknya di Kuil Shaolin he3x…
Mas Dana, panggilan akrab Sifu, mengambil Master tingkat I di Kuil Shaolin, China. Sayangnya, sebelum Mas Dana mengambil Master tingkat II, Grandmaster Giok Gian meninggal dunia.
Anyways, selamat membaca artikel ini.
Salam takzhim,
Dwi
Belajar Kung Fu di Shaolin
ILMU bela diri dari rahib kuil Shaolin memang terkenal, bahkan melegenda di seluruh dunia. Sejak dahulu, bahkan sampai sekarang, banyak orang berkeinginan untuk menuntut ilmu kungfu di kuil ini.
Sebenarnya persyaratan untuk belajar kungfu di kuil Shaolin sekarang tidak lagi seketat dan seberat zaman dahulu. Sekarang Anda tidak perlu lagi menjalani tahap-tahap pengujian keuletan niat dan hati untuk bisa diterima sebagai murid Shaolin seperti mengambil air dari sungai kemudian dipikul menuju kuil dan sebagainya seperti digambarkan dalam film-film kungfu Mandarin.
Anda tinggal mendatangi pengurus kuil lalu mengutarakan keinginan untuk belajar kungfu atau wushu Shaolin. Namun, jangan terkejut kalau pengurus kuil atau orang yang ditugaskan menyambut tamu memberitahukan mengenai besarnya uang sekolah yang harus dibayar untuk menuntut ilmu kungfu di kuil tersebut. Uang sekolahnya cukup tinggi melangit bagi orang kebanyakan. Sekitar 100 dollar AS per orang per hari! Ini belum termasuk biaya makan dan akomodasi yang bisa Anda pilih sendiri, hotel atau kamar apartemen di Kota Dengfeng.
“Seratus dollar Amerika per hari terlalu mahal dan terlalu berat bagi saya. Coba bayangkan, berapa ribu dollar harus saya keluarkan kalau saya belajar enam bulan di sana,” kata Orian Lee (19) asal New York, Amerika Serikat. Jauh-jauh datang dari negerinya di belahan barat Bumi ke negeri Tiongkok di belahan timur Bumi ini, Orian Lee bermaksud menimba ilmu kungfu Shaolin. Dia sebetulnya sudah belajar kungfu dari sebuah sasana kungfu di Kota New York.
Katanya, untuk meningkatkan kepandaiannya, semula dia memang merencanakan untuk menuntut ilmu kungfu di kuil Shaolin. Tetapi, terbentur biaya yang tinggi itu, dia kemudian memilih salah satu sekolah kungfu yang banyak terdapat di Kota Dengfeng.
Saat ini Orian tekun menuntut ilmu kungfu di Henan Dengfeng Shaolin Epo Wushu College di Kota Dengfeng, sekitar 10 mil dari kuil Shaolin. Di sekolah ini dia membayar hanya 500 dollar AS per bulan untuk uang sekolah berikut makan (tiga kali sehari) dan akomodasi berupa sebuah kamar (dengan kapasitas dua tempat tidur untuk dua orang) di asrama sekolah tersebut.
Dia mengambil program belajar enam bulan dan sudah bayar di muka 3.000 dollar AS. Orian mengakui, awal mula dia masuk di sekolah ini dia tidak bisa berbahasa Mandarin. Tapi, kini setelah sebulan tinggal di sekolah ini dia sudah bisa sedikit- sedikit berbicara Mandarin, terutama menyangkut hal keperluan sehari-hari. “Baru-baru saya merasa stres karena tidak bisa berkomunikasi. Tetapi, sekarang sudah tidak lagi. Sedikit-sedikit saya sudah bisa berkomunikasi dengan mereka. Beberapa orang dari mereka bahkan belajar bahasa Inggris dari saya. Kami saling belajar- mengajari,” kata Orian dengan tersenyum.
Kota Dengfeng merupakan kota terakhir yang harus kita lalui untuk sampai di kuil Shaolin sehingga kota ini biasa disebut sebagai “pintu gerbang menuju Shaolin”. Kota ini berada sekitar 16 kilometer dari kawasan kuil Shaolin. Di kota ini kita akan menjumpai sekitar 80 sekolah kungfu, mulai dari yang kecil dan sederhana dengan jumlah murid puluhan orang sampai pada yang besar dan megah dengan jumlah murid ribuan orang. Selain memasang papan nama bertata aksara Mandarin, sekolah-sekolah ini juga memasang papan nama dengan bahasa Inggris. Ada yang menyebut dirinya Shaolin College, ada yang menyebut diri School of Shaolin Martial Arts, dan sebagainya.
Jadi, banyaklah pilihan kita untuk sekolah-sekolah kungfu Shaolin di sini. Tapi, masalahnya adalah manakah yang bear-benar bermutu tinggi di antara sekian banyak sekolah kungfu tersebut. Jadi, pandai-pandailah kita mencari informasi mengenai kualitas sekolah-sekolah kungfu ini. (SN Wargatjie)
Sumber: http://www.mail-archive.com/silatindonesia@yahoogroups.com/msg00973.html
Kutipan dari:
www.kompas.com (Rabu, 14 Juli 2004)

salam kenal juga mas.
terima kasih atas comment nya di blog saya,
wah, kalau dibanding anda, pengalaman saya jauh sekali ya.
saya sendiri belajar beladiri secara “serius” mungkin baru 2 tahun ini saja, sebelumnya hanya sekedar iseng atau cari teman dan menyalurkan hobi.
barangkali kalau nanti mas ada waktu, kita bisa sharing pengalaman, tepatnya mas yang bagi2 ke saya, hehe.
saya sendiri belum pernah mengalami apa yang disebut “perkelahian serius”, bahkan sekedar kumite (di karate) pun hanya beberapa kali.
bang gimana cara belajarnya berat ga…..
nnn///jurus apa aja yang ad…????????????
kalau boleh kasitau donk langkah…nya
Seven yang baik,
Terimakasih atas pertanyaannya. Maaf baru balas, saya baru pulang dinas dari Manado
Well, berat atau tidaknya tergantung dari kesungguhan kita dan PELATIHNYA. Kebetulun pelatih saya, Master Dana, adalah orang yang baik, sabar, pemberi semangat, namun tegas. Latihan dengan Mas Dana, demikian panggilan akrabnya, seberat apa pun tak ‘kan terasa. Ada juga ‘kan latihan di beladiri lain, latihannya tidak terlalu berat, tp krn pengajarnya galak dan suka membodoh-bodohi atau diksriminatif terhadap murid lain, jadi terasa berat.
Tp dari segi materi latihan, dibandingkan dengan beladiri yang pernah saya ikut (silat, taekwondo, karate dan kempo), jauh lebih “menantang” (bukan berat
). Misalnya, di Kungfu Shaolin Naga Putih latihan kuda2nya harus rendah dan kokoh. Siang hari kala terik matahari sedang panas-panasnya, kita lari di lapangan yang hampir sebesar lapangan bola sebanyak 20x putaran. Kemudian mesti push up tahan dengan kepalan tangan, jari, dan PUNGGUNG TANGAN untuk menguatkan otot tangan. Juga latihan push up kepala yang ditahan untuk menguatkan otot leher. Kadangkala kita juga diminta mengangkat bangku panjang di bahu untuk melatih kekuatan otot leher supaya tidak mudah goyah jika dipukul. Ini contohnya.
Biasanya sekali latihan, pemanasan dan stretching-nya sejam, lalu materinya satu jam. Di Kungfu Shaolin, kekuatan fisik penting dibentuk. Setelah itu, baru masuk ke materi “halusannya” dan pernafasan (qi gong).
Materi yang dipelajari, ANTARA LAIN:
), teknik beladiri menghadapi lawan banyak;
1-Twilien (shaolin hand combat);
2-Wu Cheng Lung (semoga tak tak salah mengetik
3-Teknik senjata untuk perang;
4-Teknik kunci-kuncian dan ground fighting;
5-Sanshou (Chinese Kickboxing);
6-Wing Chun (Wing Tsun);
7-Taichi;
8-Qi Gong;
9-Beladiri aplikatif, misalnya kuncvi2an menghadapi todongan pistol di dalam mobil;
10-jurus-jurus dasar, de el el.
Kalo berminat, silakan hubungi Mas Dana langsung di 0859-212-02446. Latihan Kungfu Shaolin Naga Putih di Universitas Gunadharma Margonda:
Kamis
20.30-22.30
Minggu
09.30-13.30
Uang bulanan sangat murah. Hanya Rp 80.000,- per bulan.
Oops terakhir…
Pelatih saya memang diajarkan langsung oleh salah seorang 8 Naga Shaolin yang termasshyur pada masa 1920-1930an di China, yaitu Master Han She Giok Gian. Mas Dana menempa ilmunya dari Master Giok di Malang, kota hijrah Master Giok. Kemudian Mas Dana mengambil master di Kuil Shaolin, Henan, China. Teknik Shaolin berbeda dengan wushu pada umumnya yang hanya menekankan pada seni (taolu) dan kickboxing (sanshou).
Jadi, Kungfu Shaolin Naga Putih 100% pure from Shaolin!
asw.salam perguruan. gambar waktu atraksi di ui depok ko blum di muat, padahal mas dana dah nungguin. o y persiapan bwat atraksi di senayan gimana? tim dari bang zul trus2an latihan,ampe cuuuapek,ape lagi diawasin langsung ama mas dana,waaaaaaaaaa…………..h. tapi jurus toya ane makin mantap.he…he…he
Www.
Ini blog pribadi, Mas, bukan Blog Kungfu
Ntar kl website dah ane bikin, baru gambar di-upload…
He3x….bagus jurus toya ente makin mantap. Kungfu gw lebih lambat berkembang, khususnya yang pasangan, krn pasangan gw dulu sibuk dan jarang latihan. Walhasil, sampai sekarang gw blm naik sabuk, padahal bulan depan pas 1-1/2 tahun. Minimal gw msh terus latihan dasar2nya. Dan sekarang gw juga lagi melatih otot taolu.
Tim kalian enak, anak2nya kompak.
Eniweisz, ini Edi yg mana? Gw taunya Taufan ma Dwi.
saya di malang, kalo mau belajar shaolin kungfu di malang bisa nggak? apa ada cabang atau cara lainnya?
trims
oh ya kalo tidak keberatan silahkan email saya saja.
di giamhok@yahoo.com
trims
Hi!
Saya mau tanya dimana tempat kita bisa belajar wing chun gong fu. Kalau memang tidak ada sekolah wing chun di jakarta, apakah ada guru wing chun yang bisa mengajar privat.
Terima Kasih,
Rey Damasco
mas giman saat latihan yang baik dan bagaimana agar bisa terus semangat latihan?
@giamhok
Mohon maaf, perguruan kami tidak ada di Malang, walau pun guru kami latihan dari Bhiksu She Han Giok di sana. Kalau berjodoh, pasti kita bisa latihan bersama.
@ Rey Damasco
Hello Rey from the Philippines. Terribly sorry for the late reply. You can call the Master directly on: 0859-212-02446. You can call him Mas Dana.
If I may suggest, eventhough our school also teaches wing chun traditional style, Mas Dana said that Shaolin style is more likely overcomes wing chun style. Normally, Master teaches wing chun style for women. In wing chun, 75% is fist, while the 25% comprises kicking, foot work, and others.
However, if you really wanna learn Wing Chun that bad, please feel free to arrange your training with Master. We have also a wooden dummy to work out the hands.
@Ikhsanmuslim
** Latihan yang baik tergantung mau olah apa. Kalau olah fisik/stamina, siang bolong is the best. Sementara kalo mo olah tenaga dalamnya, 1/3 malam sampe menjelang shubuh itu bagus. Kl saya biasa latihan pagi hari. Pertimbangannya sederhana, udara masih segar (maklum, idup di dJakarta neh he3x…)
** Pernah nonton One Piece? Kl ditanya Luffy mau jadi apa, dengan muuantaapnya dia bilang, “Pirate King”. Yup, kalo kita punya niat yang kuat, Insya Allah pasti semangat dan rajin. Ingat aja the law of attraction, alam akan ber-”konspirasi” untuk mewujudkan impian kita.
Pas Ramadlaan dua tahun lalu, saya latihan di rumah jam 3 pagi hampir setiap hari. Cuman karena sekarang sudah berkeluarga, latihan saya tidak sekeras dulu. Apalagi masih punya bayi
Tapi kl sudah penyesuaian, saya mau latihan giat lagi.
Oh satu hal lagi, kalo males biasanya saya ajak teman. Kl tidak, saya pake musik pembangkit semangat latihan, dari mulai Cold Play sampe aliran black metal he3x…
Dibuat enjoy aja, bro. Wong kungfu, katanya, adalah sebuah perjalanan. Enjoy the ride
@all
Oops lupa, kl masih penasaran dengan Kungfu Shaolin Naga Putih, silakan buka: http://nagaputih.wordpress.com. Thanks!
plz inform me how to leran kung fu. im really interest. but, in stay in malaysia
plz inform me how to learn kungfu. im in malaysia n im really interested.
@Seri
I’m sorry, I don’t have any information about Shaolin training nor traditional kungfu (such as Bagua, Wing Chun, etc) in Malaysia. Probably you can browse or visit Perkampungan China there. Or, you can pay a visit to Wushu (modern kungfu) training and ask them.
I really believe in the law of attraction. If you really believe that you can learn shaolin or traditional kungfu and you visualize it, then it will come to you, as I did. IAnd…IT TOOK ME SEVERAL YEARS UNTIL I FOUND A REAL KUNGFU MASTER. Believe my words.
I wish you the best, brother.