“Kebahagiaan itu ada pada tiga hal, yaitu kesetiaan, menegakkan hak, dan bangkit lagi setelah musibah” (Imam Ja’far Ash-Shadiq – Kitab Biharul Anwar 78:237)
“Yang paling buruk ialah kemaksiatan manula, kekasaran penguasa, kebohongan bangsawan, kekikiran orang kaya, dan kesombongan orang yang berilmu” (Imam Hussein a.s. – Kitab Biharul Anwar 36:384)
“Kezaliman terburuk adalah menzalimi orang-orang yang lemah (Imam Ali bin Abi Thalib a.s. – Kitab Al-Bihar: 77)
“Pedagang menanti rezeki dan penimbun menanti laknat” [At-taajir yantazhirur rizqa wal muhtakir yantazhirul la'nah] (Nabi Muhammad SAAW – Kitab Wahjul Fashahah: 1130)
“Allah menambah rezeki orang yang mengangkat wibawa orang yang memaafkan, dan menaikkan derajat orang yang merendahkan hatinya” (Nabi Muhammad SAAW – Kitab Wahjul Fashahah: 2726)
“Yang paling baik di antara kamu adalah yang paling baik akhlaknya, yang mengasihi orang dan dikasihi orang” (Nabi Muhammad SAAW – Kitab Biharul Anwar 77:149)
“Terlaknatlah orang yang melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain” [Mal'uunun man alqaa kallahu 'alan naas] (Nabi Muhammad SAAW – Kitab Nahjul Fashahah: 433)
(2) Refleksi Diri
“Siapa yang mohon ampun dengan lidahnya, tetapi hatinya tidak menyesal, ia telah mencemoohkan dirinya. Siapa yang mohon petunjuk, tetapi tidak berusaha mencarinya, ia telah mencemoohkan dirinya” (Kitab Al-Bihar: 78)
“Belum bersih hatimu sebelum engkau cintai orang yang beriman seperti engkau cintai dirimu sendiri” [Laa yaslam laka qalbuka hatta tuhibbal mu'miniin maa tuhibbu linafsika] (Imam Ali bin Abi Thalib a.s. – Kitab Biharul Anwar 78:8)
“Sekiranya kalian tahu besarnya kasih sayang Tuhan, pastilah kalian akan bersandar kepada-Nya” [Law ta'lamuuna qadra rahmatillah lattakaltum 'alayha] (Nabi Muhammad SAAW – Kitab Nahjul Fashahah)
“Tidak akan lurus iman hamba sampai lurus hatinya. Tidak akan lurus hatinya, sampai lurus lidahnya” (Nabi Muhammad SAAW – Nahjul Fashahah: 330)
